Rabu, 01 Juli 2009

Iman Yang menakjubkan


Pada bulan april tahun 1992, seorang pria bernama Chris McCandless berjalan kaki dibelantara alaska sendirian. empat bulan kemudia, segerombolan pemburu moose (rusa besar) menemukan mayatnya di sebuah bis yang ditinggalkan. ia mati kelaparan.
saat mecoba menyambukan bagian-bagian misteri yang hilang yang bisa menjelaskan bagaimana dan mengapa McCandless meninggal, penulis jon krakauer menuliskan sebuah buku yang diberi judul into the wild. namun krauker tidak hanya menulis sebagai jurnalis netral. ia menulis sebagai jurnalis yang memahami impuls-impuls yang mendorong orang-orang melakukan tindakan yang jelas-jelas gila. ia menulis sebagai pria yang pada usia 23 tahun yang pernah menciba memanjat sendiri tebing utara glaster alaska yang termasyur yang dikenal Devil's Thumb. prestasi itu tak pernah dicapai sebelumnya.
krauker melanjutkan dengan menceritakan rincian usahanya yang akhirnya gagal untuk memanjat tebing utara itu: teror badai yang menghantamnya sementara ia bergelantungan diatas jurang yang amat dalam di bawahnya; kesadaran yang semakin bertumbuh bahwa ia tak mau mati sendirian didasar jurang gletser alaska; kekecewaan kekalahan yang mengerikan.
buku itu bukan hanya bahan bacaan yang memikat, namun kesaksian menakjubkan atas ketabahan, keberanian, dan sedikit banyak mengenai iman. memanjat sedikit demi sedikit di lereng vertikal gunung yang membeku, mempercayai penenmpatan beliungmu, kemujuran peralatanmu, dan stabilitas es yang akan mencegahmu terjatuh hingga mati memerlukan jumlah iman yang luar biasa besar terhadap sesuatu. sebagian orang mungkin menyebutnya kesembronooan. dan mungkin mereka benar. tapi aku menyebutnya iman. aku tidak tau apakah jon krakauer beriman pada Tuhan apa tidak. tetapi satu hal yang sudah pasti: ia mempunyai jenis iman yang nekat yang mendorongnya separo jalan naik di lereng gletser.
bayangkan memiliki iman kepada Tuhan yang menandingi jenis iman yang dimiliki jon krakauer saat ia mendaki dinding es nya. iman yang berani. iman menakjubkan.
hanya sekali tercatat dalam alkitab (lukas 7:1-10) bahwa yesus benar-benar takjub terhadap iman seorang perwira tentara yang mengirimkan beberapa pemimpin yahudi menghadap yesus dan memintanya untuk menyembuhkan hambanya. memahami siapa yang sedang dihadapinya: seorang pria yang sangat penting di israel. tidaklah jelas apakah yesus terkesan atau tidak, tetapi ia memang menemui pemimpin yahudi itu kembali ke rumah perwira itu.
namun demikian, sebelum yesus tiba, segerombolan orang mencegatNya dan menyampaikan pesan baru pada-Nya dari perwira."tak usah bapak bersusah-susah ke rumah saya. saya tidak patut menerima bapak dirumah saya. itu sebabnya saya sendiri tidak berani menghadap bapak. jadi beri saja perintah supaya pelayan saya sembuh."
kata-kata itu membuat yesus tertegun...orang yang penting ini pria termasyur israel ini bahkan merasa tidak layak menghadap yesus, apalagi kalu yesus masuk kerumahnya. sebaliknya ia puas bila yesus hanya"memberikan perintah" agar pelayannya disembuhkan. Yesus merasa takjub. dan ia mengungkapkan perasaan takjubNya.
iman yang menakjubkan. iman yang tiada bandingannya.iman yang buat orang lain tertarik. iman yang penuh kebesaran, kemuliaan, dan keagungan Allah sehingga meskipun si perwira termasyur dan terkenal, ia benar-banar merasa tidak pantas berada di hadapan kristus. pada saat yang sama imannya sangat percaya pada kemurahaan hati, welas asih dan kasih Allah sehingga meskipun ia sangat merasa tidak pantas, ia yakin bisa meminta hal yang diinginkannya.
"Iman yang menakjubkan."
"iman yang tidak bisa mendaki gunung tetapi iman yang memindahkan gunung"













0 komentar:

Statistik Pengunjung

Site Meter
Click to zoom in on my visitor map!
Create your free world visitor maps